FIKIH HARTA WAJIB ZAKAT DAN TEKNIK PENGHITUNGAN ZAKAT( ZAKAT PROFESI DAN PERUSAHAAN)

Pendahuluan

Islam adalah agama yang memiliki ciri khas dan karakter “Tsabat wa Thatowur” berkembang dalam frame yang konsisten, artinya Islam tidak menghalangi adanya perkembangan-perkembangan baru selama hal tersebut dalam kerangka atau farme yang konsisten.

Hukum halal dan haram adalah merupakan hal yang konsisten dalam Islam, tidak dapat dirubah, tetapi sarana untuk mencapai sesuatu misalnya dapat dikembangkan sesuai dengan kemajuan zaman. Demikian pula hal-hal yang tidak dirinci oleh Islam, yang hanya diterangkan secara global dapat menjadi pintu masuk untuk inovasi pengembangan pelaksanaanya selama masih dalam kontek tidak melanggar syariat.

Dengan semakin pesatnya perkembangan keilmuan yang diiringi dengan perkembangan teknologi dan ekonomi dengan ragam dan coraknya, maka perkembangan kehidupan saat ini tidak dapat disamakan dengan kehidupan zaman sebelum masehi atau di zaman Rasulullah saw dan generasi setelahnya. Tetapi subtansi kehidupaan tentunya tidak akan terlalu jauh berbeda. Kegiatan ekonomi misalnya, diera manapun jelas akan selalu ada, yang berbeda adalah bentuk dan corak kegiatannya, karena subtansinya dari kegiatan tersebut adalah bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya.

Di zaman Rasulullah saw kegiatan ekonomi yang ada mungkin simpel-simpel saja, ada sektor pertanian, peternakan, dan perdagangan. Saat ini ketiga sektor tersebut tetap ada, tapi dengan corak yang berbeda tentunya dengan apa yang dialami oleh Rasulullah saw. Dalam sektor trading atau perdagangan misalnya, akad-akad (model-model transaksi) yang dipraktekkan sekarang sangat banyak sekali sesuai dengan kemajuan teknologi.

Dengan semakin berkembangnya pola kegiatan ekonomi maka pemahaman tentang kewajiban zakatpun perlu diperdalam sehingga ruh syariat yang terkandung didalamnya dapat dirasakan tidak bertentangan dengan kemajuan tersebut. Maka pemahaman fiqh zakat kontemporer dengan mengemukakan ijtihad-ijtihad para ulama kontemporer mengenai zakat tersebut perlu difahami oleh para pengelola zakat dan orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap masalah zakat ini

Dr Yusuf Qordhowi yang sampai saat ini karyanya mengenai fiqh zakat belum ada yang bisa menandinginya, menyatakan bahwa mensikapi perkembangan perekonomian yang begitu pesatnya,diharapkan adanya beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para pengelola zakat khususnya lembaga-lembaganya, yaitu berpedoman pada kaidah perluasan cakupan terhadap harta yang wajib dizakati, sekalipun tidak ada nash yang pasti dari syariah, tetapi berpedoman pada dalil yang umum. (Qordhowi, 1994, 15)

Kriteria Syariy tentang Fiqh Wajib Zakat

Dr Yusuf Qordhowi menyatakan bahwa guna memperluas cakupan harta wajib zakat, sebagai strategi dalam “fundraising” (penghimpunan dana) yang hal tersebut mencakup harta yang nampak “Dhohiroh” dan yang tidak nampak “bathinah” maka kita menyaksikan perbedaan yang jauh antara pemikiran ulama-ulama klasik dengan ulama kontenporer mengenai harta yang wajib dizakati.

Pada umumnya ulama-ulama klasik mengkatagorikan bahwa harta yang kena zakat adalah : binatang ternak, emas dan perak, barang dagangan, harta galian dan yang terakhir adalah hasil pertanian. Tetapi dalam ijtihad kontenporer yang saat ini salah satunya diwakili oleh bukunya Dr Yusuf Qordhowi, beliau merinci banyak sekali model-model harta kekayaan yang kena zakat, sebanyak model dan bentuk kekayaan yang lahir dari semakin kompleknya kegiatan perekonomian.

Dr Qordhowi membagi katagori zakat kedalam sembilan katagori; zakat binatang ternak, zakat emas dan perak yang juga meliputi uang, zakat kekayaan dagang, zakat hasil pertanian meliputi tanah pertaanian, zakat madu dan produksi hewani, zakat barang tambang dan hasil laut, zakat investasi pabrik, gedung dan lain-lain, zakat pencarian, jasa dan profesi dan zakat saham serta obligasi.

Dari sisi jumlah katagori, kita akan dapatkan bahwa hasil ijtihad fiqh zakat kontemporer jumlanya hampir dua kali lipat katagori harta wajib zakat yang telah diklasifikasikan oleh para ulama klasik. Katagori baru yang terdapat pada buku tersebut adalah , zakat madu dan produksi hewani, zakat investasi pabrik, gedung dan lain-lain. Zakan pencarian dan profesi serta zakat saham dan obligasi. Bahkan Dr Yusuf Qordhowi juga menambah dengan zakat hasil laut yang meliputi mutiara ambar dan lain-lain. (Dr Sofwan Idris, 1997, 155)

Dr Mundzir Qohf yang merupakan salah seorang pakar ekonomi Islam mengungkapkan hal senada bahwa : Ajaran Islam dengan rinci telah menentukan, syarat katagori harta yang harus dikeluarkan zakatnya, lengkap dengan tarifnya. Maka dengan ketentuan yang jelas tersebut tidak ada hal bagi pemerintah (pengelola zakat) untuk merubah tarif yang telah ditentukan. Akan tetapi pemerintah (Pengelola Zakat) dapat mengadakan perubahan dalam struktur harta yang wajib dizakati dengan berpegang pada nash-nash umum yang ada dan pemahaman terhadap realita modern.(Mundzir Qohf, 1999, 37)

Kaidah yang digunakan oleh ulama kontenporer dalam memperluas katagori harta wajib zakat adalah, bersandar pada dalil-dalil umum, disamping berpegang pada syarat harta wajib zakat yaitu tumbuh dan berkembang. Baik tumbuh dan berkembang melalui usaha atau berdasarkan pada dzat harta tersebut yang berkembang.

Dalam zaman modern ini yang ditumbuhkan dan dikembangkan untuk memperoleh hasil yang memiliki nilai ekonomis yang luar biasa memang banyak sekali, manusia bukan hanya mampu mengekploitasi potensi eksternal dirinya tapi manusia modern dapat juga mengekploitasi potensi yang ada dalam dirinya untuk dikembangkan dan diambil hasilnya dan kemudian mengambil untung dari keahliannya tersebut seperti para dokter, pengacara, dosen dst.

Nampaknya berdasarkan definisi inilah maka ijtihad kontemporer khususnya Dr Yusuf Qordhowi mengembangkan empat katagori baru pada katagori harta yang wajib dizakati. Dan semua katagori baru yang muncul dapat dilihat relevansinya dengan kontek ekonomi modern. (Dr Sofwan Idris, 1997, 156)

Peran kemajuan teknologi juga turut berperan dalam mengembang tumbuhkan harta kekayaan, maka barang-barang yang diproduksi melalui proses teknologi tersebut juga tidak dapat luput dari kewajiban zakat, baik hal tersebut berupa produk pertanian ataupun produk peternakan.

Yang perlu dicatat bahwa ijtihad-ijtihad kotemporer mengenai zakat yang muncul sekarang ini pada dasarnya tetap berpedoman pada karya-karya klasik dan pada nash-nash yang ada bukan merupakan ijtihad yang tanpa dasar. Hal tersebut dapat kita lihat pada pembukaan buku fiqh zakat Dr Qordhowi yang menjelaskan rujukan-rujukan yang digunakannya dalam ijtihadnya.

Dalam menyongsong pemberlakuan UU NO 38 th 1999 mengenai pengelolaan zakat dan UU NO 17 th 2000 mengenai pajak penghasilan, kita diharapkan tidak kaku dalam menilai masalah zakat, karena kekakuan atau kefanatismean kita hanya mau menggunakan satu madzhab fiqh misalnya, justru akan cukup menghambat teralisasinya tujuan-tujuan disyariatkannya zakat yang memiliki dimensi ekonomi dan sosial. Ruh ketidak kakuan dan menerima ijtihad-ijtihad kontemporer yang berdasar pada kaidah-kaidah umum Islam inilah yang akan semakin mendorong keefektifan pengelolaan zakat, dan bahkan akan melahirkan Undang-undang zakat tambahan yang bukan hanya mengurus para pengelonya saja tetapi merumuskan harta-harta yang terkena zakat.

Zakat Profesi/Pencarian dan Perusahaan

Masalah ini sebenarnya bukan satu hal yang baru di kalangan ahli fiqih zakat. Tapi apa yang diungkapkan oleh Yusuf Al-Qaradhawy mengenai topik ini adalah ijtihad beliau dalam rangka menentukan hukum yang jelas mengenai kedudukan harta pencarian dan profesi, yaitu melalui studi perbandingan dan penelitian yang sangat dalam terhadap pendapat-pendapat yang ada mengenai masalah ini sejak zaman sahabat hingga zaman sekarang. Dengan demikian ijtihad beliau adalah ijtihad yang mempunyai dasar pijakan yang kuat.

Barangkali bentuk penghasilan yang paling menyolok dewasa ini adalah apa yang diperoleh dari pencarian atau profesi, baik suatu pencarian yang tergantung oleh orang lain seperti pegawai (negeri atau swasta), atau pencarian tidak tergantung kepada pihak lain (professional), seperti halnya dokter, advokat, penjahit, seniman, dll. Jenis pekerjaan ini mendatangkan penghasilan baik berupa gaji, upah ataupun honorarium.

Perbedaan pendapat di antara para ulama dalam hal mewajibkan zakat terhadap harta pencarian dan profesi ini sudah berlangsung sejak lama. Adapun beberapa ulama modern saat ini telah beranggapan bahwa upaya menemukan hukum pasti zakat harta jenis ini adalah sangat mendesak, dikarenakan inilah jenis penghasilan yang paling banyak dijumpai saat ini. Bila tidak ini berarti kita telah melepaskan kebanyakan orang dari kewajiban zakat yang telah dinyatakan jelas kewajibannya secara umum dalam Al Quran dan Sunnah (“Hai orang-orang yang beriman keluarkanlah sebagian usaha kalian“, 2:267).

 

Pandangan Fikih tentang Zakat Pencarian dan Profesi

 

Zakat harta P&P memang tidak ditemukan contohnya dalam hadits, namun dengan menggunakan kaidah ushul fikih dapatlah harta P&P digolongkan kepada “harta penghasilan”, yaitu kekayaan yang diperoleh seseorang Muslim melalui bentuk usaha baru yang sesuai dengan syariat agama. Harta penghasilan itu sendiri dapat dibedakan menjadi :

(1) Penghasilan yang berkembang dari kekayaan lain, misalnya uang hasil menjual poduksi pertanian yang sudah dikeluarkan zakatnya 10% atau 5% yang tentunya uang hasil penjualan tersebut tidak perlu dizakatkan pada tahun yang sama karena kekayaan asalnya (produksi pertanian tsb) sudah dizakatkan. Ini untuk mencegah terjadinya apa yang disebut double zakat.

(2) Penghasilan yang berasal karena penyebab bebas, seperti gaji, upah, honor, investasi modal dll (Insya Allah, pembahasan kita akan berkisar pada jenis harta penghasilan yang kedua ini). Karena harta yang diterima ini belum pernah sekalipun dizakatkan, dan mugnkin tidak akan pernah sama sekali bila harus menunggu setahun dulu.

Perbedaan yang menyolok dalam pandangan fikih tentang harta penghasilan ini, terutama berkaitan dengan adanya konsep “berlaku setahun” yang dianggap sebagai salah satu syarat dari harta yang wajib zakat.

Sebagian pendapat mengungkapkan syarat ini berlaku untuk semua jenis harta, tapi sebagian lainnya mengungkapkan syarat ini tidak berlaku untuk seluruh jenis harta, terutama tidak berlaku untuk jenis harta penghasilan. Selama diberlakukan juga ketentuan berlaku setahun itu untuk jenis harta penghasilan, maka akan sulit untuk melaksanakan kewajiban zakat untuk harta penghasilan ini.

Kelompok terakhir ini berpendapat, bahwa zakat penghasilan ini wajib dikeluarkan zakatnya langsung ketika diterima tanpa menunggu waktu satu tahun. Diantara kelompok terakhir ini adalah: Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Muawiyyah, dll, juga Umar bin Abdul Aziz.

Pendapat mana yang lebih kuat tentang kedudukan zakat P&P ini, Dr.Yusuf Al-Qaradhawy menelaah kembali hadits-hadits tentang ketentuan setahun ini dimana dijumpai ketentuan tersebut ditetapkan berdasar empat hadits dari empat shahabat, yaitu: Ali, Ibnu Umar, Anas dan Aisyah ra. Diantaranya berbunyi sbb:

Hadits dari Ali ra. dari Nabi SAW: “Bila engkau mempunyai 200 dirham dan sudah mencapai waktu setahun, maka zakatnya adalah 5 dirham,…… “

 

Hadits dari Aisyah ra, Rasulullah pernah bersabda : “Tidak ada zakat pada suatu harta sampai lewat setahun”.

 

Tetapi ternyata hadits-hadits itu mempunyai kelemahan-kelemahan dalam sanadnya sehingga tidak bisa untuk dijadikan landasan hukum yang kuat (hadits shahih), apalagi untuk dikenakan pada jenis “harta penghasilan” karena akan bentrok dengan apa yang pernah dilakukan oleh beberapa shahabat. Adanya perbedaan pendapat di kalangan para shahabat tentang persyaratan setahun untuk zakat penghasilan juga mendukung ketidak shahihan hadits-hadits tsb.

 

Bila benar hadits-hadits tersebut berasal dari Nabi SAW, maka tentulah pengertian yang dapat diterima adalah : “harta benda yang sudah dikeluarkan zakatnya tidak wajib lagi zakat sampai setahun berikutnya”. zakat adalah tahunan.

Beberapa riwayat sahabat seperti Ibnu Mas’ud, menceritakan bagaimana harta penghasilan langsung dikeluarkan zakatnya ketika diterima tanpa menunggu setahun. Sehingga menjadi semakin jelas bahwa masa setahun tidak merupakan syarat, tetapi hanya merupakan tempo antara dua pengeluaran zakat.

Setelah mengadakan studi perbandingan dan penelitian yang mendalam terhadap nash-nash yang berhubungan dengan status zakat untuk bermacam-macam jenis kekayaan, juga dengan memperhatikan hikmah dan maksud PEMBUAT SYARIAT yang telah mewajibkan zakat, dan diperhatikan pula kebutuhan Islam dan ummat Islam pada masa sekarang ini, maka Yusuf Al-Qaradhawy berpendapat bahwa harta hasil usaha seperti: gaji pegawai, upah karyawan, pendapatan dokter, insinyur, advokat, penjahit, seniman, dllnya wajib terkena zakat dan dikeluarkan zakatnya pada waktu diterima.

Sebagai penjelasan dari pendapat beliau terhadap masalah yang sensitif ini, Yusuf Al-Qaradhawy mengemukakan beberapa butir alasan yang dikuatkan dengan dalil.

Pembahasan ini adalah kelanjutan dari pembahasan zakat pencarian dan profesi. Point-point di bawah ini adalah alasan-alasan yang dikemukakan oleh Yusuf Al-Qaradhawy untuk menguatkan pendapat beliau bahwa harta pencarian dan profesi wajib dikeluarkan zakatnya pada saat diterima.

1. Persyaratan satu tahun dalam seluruh harta termasuk harta penghasilan tidak berdasar nash yang mencapai tingkat shahih atau hasan yang darinya bisa diambil ketentuan hukum syara’ yang berlaku umum bagi ummat.

2. Para sahabat dan tabi’in memang berbeda pendapat dalam harta penghasilan; sebagian mempersyaratkan adanya masa setahun, sedangkan sebagian lain tidak mempersyaratkannya yang berarti wajib dikeluarkan zakatnya pada saat harta penghasilan tersebut diterima seorang Muslim. Oleh karenanya persoalan tersebut dikembalikan kepada nash-nash yang lain dan kaedah-kaedah yang lebih umum.

3. Ketiadaan nash ataupun ijmak dalam penentuan hukum zakat harta penghasilan membuat mazhab-mazhab berselisih pendapat tajam sekali, yang bila dijajagi lebih jauh justru menimbulkan berpuluh-puluh persoalan baru yang semakin merumitkan, yang seringkali hanya berdasarkan dugaan-dugaan dan tidak lagi didasarkan pada nash yang jelas dan kuat. Semuanya membuat Yusuf Al-Qaradhawy menilai bahwa adalah tidak mungkin syariat yang sederhana yang berbicara untuk seluruh ummat manusia membawa persoalan-persoalan kecil yang sulit dilaksanakan sebagai kewajiban bagi seluruh ummat.

4. Mereka yang tidak mempersyaratkan satu tahun bagi syarat harta penghasilan wajib zakat lebih dekat kepada nash yang berlaku umum dan tegas. karena nash-nash yang mewajibkan zakat baik dari quran maupun sunnah datang secara umum dan tegas dan tidak terdapat di dalamnya persyaratan setahun.

Misalnya : “Hai orang-orang yang beriman keluarkanlah sebagian usaha kalian” (2:267). Kata “ma kasabtum” merupakan kata umum yang artinya mencakup segala macam usaha: perdagangan atau pekerjaan dan profesi. Para ulama fikih berpegang pada keumuman maksud ayat tersebut sebagai landasan zakat perdagangan, yang oleh karena itu kita tidak perlu ragu memakainya sebagai landasan zakat pencarian dan profesi. Bila para ulama fikih talah menetapkan setahun sebagai syarat wajib zakat perdagangan (maaf, zakat perdagangan tidak saya tayangkan dalam serial ini), karena antara pokok harta dengan laba yang dihasilkan tidak dipisahkan, sementara laba dihasilkan dari hari ke hari bahkan dari jam ke jam. Lain halnya dengan gaji atau sebangsanya yang diperoleh secara utuh, tertentu dan pasti.

5. Disamping nash yang berlaku umum dan mutlak memberikan landasan kepada pendapat mereka yang tidak menjadikan satu tahun sebagai syarat harta penghasilan untuk wajib zakat, Qias yang benar juga mendukungnya. Kewajiban zakat uang atau sejenisnya pada saat diterima seorang Muslim diqiaskan dengan kewajiban zakat pada tanaman dan buah-buahan pada waktu panen.

6. Pemberlakuan syarat satu tahun bagi zakat harta penghasilan berarti membebaskan sekian banyak pegawai dan pekerja profesi dari kewajiban membayar zakat atas pendapatan mereka yang besar, karena mereka itu akan menjadi dua golongan saja : yang menginvestasikan pendapatan mereka terlebih dahulu, dan yang berfoya-foya dan menghamburkan semua penghasilannya sehingga tidak mencapai masa wajib zakatnya. Itu berarti zakat hanya dibebankan pada orang-orang yang hemat saja, yang membelanjakan kekayaan seperlunya, yang mempunyai simpanan sehingga mencapai masa zakatnya. Hal ini jauh sekali dari maksud kedatangan syariat yang adil dan bijak, dimana hal ini justru memperingan beban orang-orang pemboros dan memperberat orang-orang yang hidup sederhana.

7. Pendapat yang menetapkan setahun sebagai syarat harta penghasilan jelas terlihat saling kontradiksi yang tidak bisa diterima oleh keadilan dan hikmat islam mewajibkan zakat. Misalnya seorang petani menanam tanaman pada tanah sewaan (maaf lagi, zakat pertanian juga tidak bisa ditayangkan), hasilnya dikenakan zakat sebanyak 10% atau 5%, sedangkan pemilik tanah yang dalam satu jam kadang-kadang memperoleh beratus-ratus dinar berupa uang sewa tanah tersebut tidak dikenakan zakat berdasarkan fatwa-fatwa dalama mazhab-mazhab yang ada, dikarenakan adanya persyaratan setahun bagi penghasilan tersebut sedangkan jumlah itu jarang bisa terjadi di akhir tahun. Begitu pula halnya dengan seorang dokter, insinyur, advokat, pemilik mobil angkutan, pemilik hotel, dll. Sebab pertentangan itu adalah sikap yang terlalu mengagungkan pendapat-pendapat fikih yang tidak terjamin dan tidak terkontrol berupa hasil ijtihad para ulama. Kita tidak yakin bila mereka hidup pada zaman sekarang dan menyaksikan `apa yang kita saksikan, apakah mereka akan meralat ijtihad mereka dalam banyak masalah.

8. Pengeluaran zakat penghasilan setelah diterima akan lebih menguntungkan fakir miskin dan orang-orang yang berhak lainnya. Ini akan menambah besar perbendaharaan zakat dan juga memudahkan pemiliknya dalam mengeluarkan zakatnya. Cara yang dinamakan oleh para ahli perpajakan dengan “Penahanan pada Sumber” sudah dipraktekan oleh Ibn Mas’ud, Mu’awiyah dan juga Umar bin Abdul Aziz yaitu dengan memotong gaji para tentara dan orang-orang yang di bawah kekuasaan negara saat itu.

9. Menegaskan bahwa zakat wajib atas penghasilan sesuai dengan tuntunan Islam yang menanamkan nilai-nilai kebaikan, kemauan berkorban, belas kasihan dan suka memberi dalam jiwa seorang Muslim. Pembebasan jenis-jenis penghasilan yang berkembang sekarang ini dari zakat dengan menunggu masa setahunnya, berarti membuat orang-orang hanya bekerja, berbelanja dan bersenang-senang, tanpa harus mengeluarkan rezeki pemberian Tuhan dan tidak merasa kasihan kepada orang yang tidak diberi nikmat kekayaan itu dan kemampuan berusaha.

10. Tanpa persyaratan setahun bagi harta penghasilan akan lebih menguntungkan dari segi administrasi baik bagi orang yang mengeluarkan maupun pihak amil yang memungut zakat. Persyaratan satu tahun bagi zakat penghasilan, menyebabkan setiap orang harus menentukan jatuh tempo pengeluaran setiap jumlah kekayaannya yang diterimanya. Ini berarti bahwa seseorang Muslim bisa mempunyai berpuluh-puluh masa tempo masing-masing kekayaan yang diperoleh pada waktu yang berbeda-beda. Ini sulit sekali dilakukan, dan sulit pula bagi pemerintah memungut dan mengatur zakat yang yang dengan demikian zakat tidak bisa terpungut dan sulit dilaksanakan.

 

Nisab Dan Besarnya Zakat Pencarian Dan Profesi

Seteleh menetapkan harta penghasilan dari pencarian dan profesi adalah wajib zakat, yusuf Al-Qaradhawy menjelaskan pula berapa besar nisab buat jenis harta ini, yaitu 85 GRAM EMAS seperti hal besarnya nisab uang (yang telah kita kaji sebelumnya). Demikian pula dengan besarnya zakat adalah seperempatpuluh (2.5%) sesuai dengan keumumman nash yang mewajibkan zakat uang sebesar itu.

Bila nisab di atas ditetapkan untuk setiap kali upah, gaji yang diterima, berarti kita akan membebaskan kebanyakan golongan profesi yang menerima gaji beberapa kali pembayaran dan jarang sekali cukup nisab dari kewajiban zakat. Sedangkan bila seluruh gaji itu dalam satu waktu tertentu itu dikumpulkan akan cukup senisab bahkan akan mencapai beberapa nisab.

Adapun waktu penyatuan dari penghasilan itu yang dimungkinkan dan dibenarkan oleh syariat itu adalah satu tahun. Dimana zakat dibayarkan setahun sekali. Fakta juga menunjukkan bahwa pemerintah mengatur gaji pegawainya berdasarkan ukuran tahun, meskipun dibayarkan per bulan karena kebutuhan pegawai yang mendesak.

Jangan lupa bahwa yang diukur nisabnya adalah penghasilan bersih, yaitu penghasilan yang telah dikurangi dengan kebutuhan biaya hidup terendah atau kebutuhan pokok seseorang berikut tanggungannya (lihat posting syarat harta yang wajib zakat), dan juga setelah dikurangi untuk pembayaran hutang (ini hutang bukan karena kredit barang mewah lho, tapi karena untuk memenuhi kebutuhan pokok/primer seperti halnya bayar kredit rumah BTN, hutang nunggak bayaran sekolah anak, dll).

Bila penghasilan bersih itu dikumpulkan dalam setahun atau kurang dalam setahun dan telah mencapai nisab, maka wajib zakat dikeluarkan 2.5% nya. Bila seseorang telah mengeluarkan zakatnya langsung ketika menerima penghasilan tsb (karena yakin dalam waktu setahun penghasilan bersihnya akan lebih dari senisab), maka tidak wajib lagi bagi dia mengeluarkannya di akhir tahun (karena akan berakibat double zakat). Selanjutnya orang tsb harus membayar zakat dari penghasilan tsb pada tahun kedua dalam bentuk kekayaan yang berbeda-beda.

  • Bila kelebihan itu disimpan dalam bentuk uang, emas dan perak, maka kaji kita akan kembali pada pembahasan mengenai zakat uang, emas dan perak.

  • Bila kelebihan itu diinvestasikan (pabrik, gedung, rumah yang disewakan, kendaraan yang disewakan, dll), kita perlu membahas zakat investasi.

  • Bila harta tsb selanjutnya diputar dalam perdagangan maka zakatnya dibahas dalam zakat perdagangan.

  • Bila dibelikan saham atau obligasi, maka zakatnya dibahas dalam zakat saham dan obligasi.

  • Bila dibelanjakan untuk sesuatu yang dipergunakan sehari-hari atau yang tidak mempunyai potensi berkembang, maka tidak ada kewajiban zakat lagi pada tempo yang kedua ini.

Penghitangan Zakat Penghasilan/Profesi

 

  1. Penghitangan Zakat Penghasilan berdasarkan Standar Hidup
    Versi Bank Dunia

 

Standar bank dunia untuk kebutuhan konsumsi perkapita perorang adalah $US 2 atau sekitar RP. 18.000 perhari, Rp. 540000 perbulan. Apabila rata-rata keluarga Indonesia adalah berjumlah 4 orang (Suami, istri dan anak2) maka minimum penghasilan yang mencukupi kebutuhan hidup adalah Rp. 2.160.000.

 

Apabila asumsi zakat penghasilan adalah penghasilan bersih setelah dikurangi kebutuhan pokok dan menggunakan standar nishab emas, maka hanya pekerja yang minimum berpenghaislan RP. 3.222.500,-, ke atas yang diwajibkan membayar zakat. Hal tersebut dengan asumsi nishab emas dikali harga emas hai ini adalah (asumsi Rp. 150.000,-) dibagi 12 bulan ditambah kebutuhan minimum standar bank dunia dengan 4 jumlah keluarga maka hasilanya adalah:

85 x Rp. 150.000,- = Rp. 12.750.000,-/12 = Rp. 1.062.500,- + Rp. 2.160.000,- = Rp. 3.222.500,-

 

  1. Penghitangan Zakat Penghasilan Berdasarkan Standar Hidup di Amerika.

 

Dr. Mahmud Abu Suud menjelaskan nishab zakat penghasilan dengan studi kasusnya di Amerika, beliau menjelaskan bahwa nishab diambil dari apa yang telah ditentukan oleh pemerintah yaitu batas orang mendapat subsidi baik untuk perorangan maupun untuk keluarga.

Contohnya, beliau menyebutkan bahwa yang ditentukan pemerintah saat itu adalah pendapatan pertahun untuk keluarga dengan rata-rata anggota keluarga 4 orang adalah $ 10.999,- dan untuk hidup sendiri $ 5.160,- dan pertambahan bagi setiap satu anttoa keluarga adalah $ 1.600,-.

  1. Penghitungan Zakat Penghasilan berdasrkan Standar Hidup di Indonesia.

Untuk kasus Indonesia penentuan batas minimum konsumsi perkapita berbeda-beda standarnya di antara yang paling sering dipergunakan adalah;

  • Standar Pertama: batas konsumsi yang dipergunakan oleh Dirjen pajak dalam menentukan kebutuhan hidup yang kemudian menjadi pengurang penghasilan kena pajak atau yang lebih dikenal dengan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Perhitungannya adalah Rp. 13,2 juta untuk pribadi yang lajang. Jika menikah, ditambahkan Rp. 1,2 juta. Jika memiliki tanggungan anak ditambahkan Rp 1,2 juta per anak. Maksimal anak adalah 3 anak. Dan jika istri punya usaha ditambahkan Rp. 13,2 juta.

    Jadi kebutuhan hidup seorang lajang perbulannya dalah Rp. 1.100.000,-, jika memiliki istri ditambah Rp. 100.000,-. Jika memiliki tanggunan anak ditambah per anaknya Rp. 100.000,-. Jadi, jika seorang dengan 1 isteri dan 2 anak maka konsumsi perbulan yang bida dikurangkan sebagai penhasilan tidak kena pajak adalah Rp. 1.400.000,-.

  • Standar kedua: dibuat oleh BPS (Biro Pusat Statistik0 untuk kebutuhan perkapita daerah kota adalah Rp. 392.496,-. Sedangkan untuk pedesaan Rp. 210.391,-. Jika rata-rata keluarga Indonesia 4 orang, maka kebutuhan per keluarga adalah Rp. 1.569.984,- atau dibulatkan menjadi Rp. 1.570.000.

     

    Perbedaan di antara 2 standar batas minimum kebutuhan adalah sekitar Rp. 170.000,-.

     

Catatan: Pendapat jalur tengah yang menurut penulis lebih maslahat yaitu mengeluarkan zakat dari bruto dengan mengacu pada pendapat tentang nishab yaitu pertanian siap saji atau nishab minimum Rp. 2.612.000 dengan asumsi harga beras rp. 4.000,-. Atau pendapat dengan nishab emas dengan ditambahkan factor kebutuhan hidup standar PBS sehingga nilai nishabnya adalah Rp. 2.632.485 atau dibulatkan menjadi Rp. 2.633.000,-.

 

Tentang Zakat Perusahaan.

 

Zakat perusahaan pada umumnya dianalogikan pada zakat perdagangan, hal tersebut sesuai dengan pendapat Muktamar Zakat Internasional, dan berdasarkan pada pendapat para ulama, diantaranya adalah Abu Ishaq Asy Syatibi, seperti dalam ungkapannya “Hukumnya adalah seperti hukum zakat perdagangan, karena dia memproduksi dan kemudian menjualnnya, atau menjadikan apa yang diproduksinya sebagai komoditas perdagangan, maka dia harus mengeluarkan zakatnya tiap tahun dri apa yang dia miliki baik berupa stok barang yang ada ditambah nilai dari hasil penjualan yang ada, apabila telah mencapai nishabnya”.

Begitu juga dengan perinsip penghitungan zakatnya yaitu mengacu pada prinsip penghitungan zakat perdagangan atau perniagaan, yaitu berdasarkan pada riwayat Maimun bin Muhran yang diriwayatkan oleh Abu Ubaid dalam kitabnya Al-Amwal: “Apabila telah sampai waktu penunaian zakat (berlalu haul) maka lihatlah uang yang ada padamu atau persediaan barang dagangan, dan nilailah uang dan piutan yang ada pada orang lain. Hitunglah, kemudian hutangnya pada orang kemudian zakatilah sisanya.

AAOIFI (The Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution) merumuskan standar zakat untuk institusi keuangan yaitu sebagaimana berikut:

  1. Metode Aktiva Bersih (Net Asset), Subjek zakat pada metode aktiva bersih terdiri dari:

    1. Kas dan setara kas.

    2. Piutang bersih (total piutang dikurangi piutang ragu)

    3. Aktiva yang diperdagangkan.

    4. Pembiayaan mudharabah.

    5. Pembiayaan musyarakah.

    6. Pembiayaan salam.

    7. Istisna.

    Rumus metode aktiva bersih ini adalah: Aktiva subjek zakat (utang lancer + modal investasi tak terbatas + penyertaan minoritas + penyertaan pemerintah + pentertaan lembaga social atau endowment dan lembaga non profit) = Zakat yang wajib ditunaikan.

  2. Metode Dana Investasi Bersih (Net Invested Funds). Subjek zakat pada metode dana investasi bersih sebagai berikut:

    1. Modal disetor.

    2. Cadangan yang tidak dikurangkan dari aktiva.

    3. Laba ditahan termasuk laba ditahan yang digunakan sebagai cadangan.

    4. Laba bersih yang belum dibagikan.

    Komponen Pengurangnya adalah:

    1. Aktiva tetap bersih.

    2. Investasi yang tidak digunakan dalam perdagangan mislanya gedung yang disewakan.

    3. Kerugian yang terjadi selama 1 periode.

    Rumusan penghitungan zakat dengan metode dana investasi bersih adalah: Tambahan modal + cadangan + cadangan yang bukan dikurangkan dari aktiva + laba ditahan + laba bersih + utang jangka panjang (aktiva tetap + investasi yang tidak diperdagangkan + kerugian) = Zakat yang wajib ditunaikan.

    Catatan: Tarrif zakat menjadi 2.58% dari 2.5% adalah karena penghitungan menggunakan kalender Masehi yang lebih panjang dibandingkan dengan kalender Hijriah, padahal yang dipakai dalam penghitungan zakat adalah kalender Hijriah.

Ketentuan dan Syarat-Syarat Zakat Perusahaan

  1. Kepemilikan dikuasai oleh muslim/muslimin

  2. Bidang Usaha harus halal.

  3. Aset Perusahaan dapat dinilai.

  4. Aset Perusahaan dapat berkembang.

  5. Minimal kekayaan perusahaan setara dengan 85 gram emas.

Persyaratan Teknis lainnya:

  • Adanya peraturan pemerintah yang mengatur pengeluaran zakat perusahaan tersebut. Pada masa Rasulullah SAW pembayaran zakat adalah kewenangan pemerintah sehingga kit menemukan adanya sanksi dari pemerintah bagi mereka yang tidak mau/enggan membayar zakat dengan menyita separuh harta milik seseorang. Begitu juga pada masa Abu bakar as-Sidiq memerintah, beliau mengerahkan kekuatan pemerintah dan Negara untuk mengembalikan ketaatan sekelompok masyarakat yang enggan membayar zakat pasca wafatnya Rasulullah SAW.

  • Adanya aturan internal, Anggaran Dasr dan Anggaran Rumah Tangga (AD 7 ARTa) tentang pergeluaran zakat perusahaan tersebut.

  • Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merekomendasikan pengeluaran zakat perusahaan.

  • Adanya kebijakan dari pemegang saham dan dewan direksi.

Ditulis oleh: Izzuddin Abdul Manaf, Lc. MA

(Dewan Pengawas Syariah Dompet Dhuafa Republika)

 

 

 

42 comments on “FIKIH HARTA WAJIB ZAKAT DAN TEKNIK PENGHITUNGAN ZAKAT( ZAKAT PROFESI DAN PERUSAHAAN)

  1. assalamu’alaikum
    Saya tertarik dengan tulisan Pak Izzudin Abdul Manaf.
    Saya mahasiswa tingkat akhir yang berencana mau meneliti zakat perusahaan.
    Kalau boleh saya mau minta referensi yang dapat saya pelajari tentang penghitunagn zakat dengan metode net assets dan net invested funds. saya masih bingung dengan teknik penghitungannya.
    Mohon dibalas. terima kasih
    Wassalamu’alikum

  2. Waalaikum salam.
    Silahkan saja kontak kami pak andika, oh ya sebenarnya anda bisa membaca buku baru yang berjudul zakat profesi dan perusahaan, karangan Ust. Taufiq Ridho, terbitan IMZ. kalau bapak susah mendapatkan buku tersebut silahkan datang ke Stei Sebi (ketemu saya) atau ke IMZ. Insya Allah nanti kami usahakan.
    Wassalam

  3. assalalmualikum, saya adalah saudara baru, saya nak tanya, apa harus bagi saya untuk membayar zakat dari pendapatan pelaburan ASB saya bila bunos+dividen mencecah rm.20.000.00

  4. Waalaikum salam, terima kasih atas silaturrahimnya. Untuk harta yang diperoleh daripada pelaburan, bila telah sampai nishab maka harus dan mesti dikeluarkan zakatnya, kerana jenis pelaburan ASB adalah termasuk harta kekayaan yang menjadi objek zakat.

  5. Pa ustadz, saya minta penjelasan tentang penyaluran harta zakat untuk pembangunan masjid atau madrasah.Dulu waktu dauroh di bangkok, saya pernah dengar ustadz membolehkannya.tapi saya ingin bergabagi alasan yang mendukung tentang hal itu.
    Syukron

  6. Terima kasih.
    Mungkin kita lihat konteks pembangunan masjid atau madrasah tersebut, kalau yang sedemikian merupakan pembangunan prasarana peribadatan yang mendukung program prioritas unsur jihad fisabilillah, maka bisa dimasukkan dalam kategori asnaf/bagian jihad fisabilillah, malaupun dalam konteks asal usul dan sejarah yang dimaksud dengan jihad fisabilillah disini adalah bermakna khusus yang maksudnya adalah perang fisabilillah, namun secara makna kekiniannya hal tersebut dapat juga bermaksud jihad fisabilillah dalam hal pembangunan prasarana pendidikan, dakwah secara umum, dan pemberdayaan sosial.

    Jadi apa yang pernah kami sampaikan adalah dalam konteks ijtihad kekinian dan kedisinian yaitu di Indonesia. Dengan mempertimbangkan asnaf/bagian2 lain telah mendapat proporsi pembagian yang berimbang. Itulah Rasionalitas pendapat kami, untuk lebih mendalami silahkan kirimkan email.

    Wassalam

  7. Assalamualikum wr wb.
    Pak, saya mahasiswa FE UNPAD yg sedang meneliti utk skripsi ttg zakat perusahaan, salah satu variabelnya adalah kewajiban zakat dengan menggunakan metode aktiva bersih, unit penelitian saya adalah bank syariah, saya masih kebingungan dlm perhitungannya, akun-akun apa saja yang masuk ke dalam perhitungan baik sbg aktiva atau kewajiban (pengurangnya) utk jenis perusahaan bank syariah?
    Mohon dibalas, Terima kasih.
    Wassalamualaikum wr wb.

  8. Bidang saya adalah pengukuran kemiskinan. Saya mau menanggapi artikel di atas khususnya tentang Standar Hidup Versi Bank Dunia. Saya tidak menyalahkan kalau mau membuat standar $2 per hari. Banyak orang (termasuk para pakar) telah salah memahami konsep $2/day atau $1/day sebagai batas kemiskinan versi Bank Dunia yang setara dengan nilai tukar $2 atau 1$. YANG BENAR adalah BUKAN NILAI YANG SETARA DENGAN NILAI TUKAR, tetapi NILAI DALAM BENTUK PARITAS DAYA BELI (Purchasing Power Parity/PPP). Tujuan Bank Dunia membuat batas kemiskinan tersebut adalah agar dapat membandingkan tingkat kemiskinan yang terbanding antar negara. Saya mau menjelaskan sedikit tentang konsep paritas daya beli (PPP) yang digunakan Bank Dunia. Sebagai contoh, Si A yang hidup di Indonesia memiliki uang senilai $20 yang dapat digunakan untuk belanja kebutuhan (sebutlah U, V, W, X, Y, dan Z). Sementara itu Si B yang hidup di Australia untuk belanja kebutuhan yang kurang lebih sama (U, V, W, X, Y, dan Z) harus mengeluarkan $50. Dari contoh ini, nilai $20 di Indonesia setara dengan $50 di Australia. Demikian juga dengan batas standar hidup $2/day versi Bank Dunia, bisa saja di Indonesia $2/day (in PPP) lebih rendah dari nilai tukarnya misalnya mungkin hanya Rp. 4.500 dengan data PPP tahun 2003 untuk Indonesia. Silahkan Google PPP untuk mengetahui konsepnya lebih jauh.

    Wass. ww

  9. Terima kasih pak Ali Said atas masukan dan urun rembugnya, semoga bisa dikembangkan lagi artikel diatas. Dan kalau pak Ali Said ada artikel, atau penelitian masalah ini, bisa disharing di blog ini.

    Wassalam,

  10. Assalamualikum wr wb.
    Pak, saya mahasiswa FE UNBRAW yg sedang meneliti utk skripsi ttg zakat perusahaan sama seperti yang dialami mahasiswa dengan topik yang sama yaitu meneliti mengenai zakat, salah satu variabelnya adalah kewajiban zakat dengan menggunakan metode aktiva bersih, unit penelitian saya adalah bank syariah, saya masih kebingungan dlm perhitungannya, akun-akun apa saja yang masuk ke dalam perhitungan baik sbg aktiva atau kewajiban (pengurangnya) utk jenis perusahaan bank syariah?dan apa yang dapat saya masukkan dalam akun yang terlibat pada aktiva yang penilaian akunnya disesuaikan dengan kas dan setara kas, seperti persediaan…dll. mohon dapat diberikan contoh dan
    Mohon balasannya, Terima kasih.
    Wassalamualaikum wr wb.

  11. As Wr Wb
    Pak zudin..saya ingin menanyakan apakah zakat bisa dikelola secara profesional seperti praktik bank syariah,dan penyaluran kreditnya untuk para fakir miskin dan keuntungan dari bank tersebut di salurkan kembali kepada fakir miskin yang, intinya zakat tersebut dikelola dengan kita mendirikan BANK ZAKAT syariah.Pak..kalau bisa tolong diberikan dasar hukum/dalil dari Al,Quran dan Hadish.
    Mohon balasannya,terima kasih
    wassalamualaikum wr wb
    hormat saya, MUJITAHID MUHADLI” Sumbawa barat-NTB-Indonesia

  12. Assalamu’alaikum Ust, jazakallah atas tulisannya,
    Saya mau tanya bagaiman cara menghitung zakat hasil perikanan (tambak udang) :
    1. Apakah dihitung hanya dari laba bersih per tahun, atau dari seluruh kekayaan (kas, piutang, bahan baku, peralatan produksi, lahan tambak, dll)
    2. Apakah kalau kita sudah mengeluarkan zakat dari laba bersih, kita juga harus tetap menghitung kekayaan pada setiap akhir tahun dan dikeluarkan zakatnya juga
    3. Ada yang mengatakan lahan tambak tidak perlu masuk dalam perhitungan zakat karena ia tempat usaha.
    4 Apakah ada panduannya mengeluarkan zakat pada saat kita membeli harta, misal kita mengeluarkan zakat pada saat kita membeli lahan tambak (tidak dihitung satu tahun dulu)

  13. salam. mau tanya pak, saya seorang pns, telah menabung di bank lebih dari 5 tahun untuk membuat rumah. tabungan sekarang kurang lebih 90 juta. Biaya membuat rumah lebih kurang 140 juta. Jadi akan meminjam ke bank untuk mencukupkannya. Apakah saya wajib mengeluarkan zakat dari tabungan saya itu pak?

  14. Saya mengeluarkan zakat profesi setiap menerima gaji bulanan, bonus, insentif dan sebagainya sebesar 2,5% dari penghasilan kotor.

    Bila sisanya ditabung berupa emas, apakah emas yang dibeli dari harta yang sudah dizakati ini juga wajib dizakati. Terima kasih.

  15. Assalamu Alaikum WR. Wb
    tolong bantu saya cara menghitung zakat dari usaha kami (dagang alat olahraga). Misalnya dlm sebulan Laba 35 juta, utang di bank hrs dibayar 29 jt/bln, kewajiban lain byr karyawan, listrik, PAM, tagihan telpon, kebutuhan sehari hari lebih dari 6 jt. kadang dari laba tersebut minus jadi kami menutupi semua kebutuhan diambil dr modal. lama kelamaan modal menipis. tp saya selalu mengeluarkan zakat saya 2,5 % dari laba tiap bulan. apakah cara sy sdh benar krn kami sering minus tp sy merasa wajib keluarkan zakat. mohon penjlasanx. namun kadang juga laba lebih sedikit dari total kebetuhan tiap bulannya. Wassalam

    • Pertama, langkah bapak u tuk mengeluarkan zakat setiap bulan sudah tepat, karena hal tersebut merupakan tindakan yang seci berdasarkan pada huku “ikhtiyathi” (kehati2an). Adapun untuk cara hitung2annya, memang banyak sekali pandangan para ulama terhadap kondisi/kasus yang bapak sampaikan, kalau diuraikan dengan detail mestinya dengan pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan, maka tidak mungkin untuk membayar zakat dalam kondisi minus, untuk itu, dalam kondisi tersebut secara idealnya kita juga masuk dalam kategori berhak menerima zakat. Namun, sekali lagi apa yang sudah dilakukan maka semoga akan memberikan keberkahan pada kita dan harta kita. Amiin.

  16. Assalamualaykum Wr Wb,

    Pak Zudin bagaimana dengan hukum dan tata cara mengeluarkan zakat dari harta yang merupakan hadiah/hibah dari orang tua? Dalam? Mohon bantuannya. Terima kasih. Wassalam

  17. Assalamualaykum Wr Wb,

    Pak Zudin bagaimana dengan hukum dan tata cara mengeluarkan zakat dari harta yang merupakan hadiah/hibah dari orang tua? Dalam hal ini harta tersebut sudah dijual oleh sang anak? Mohon bantuannya. Terima kasih. Wassalam

    • Waallaikum salam. Sarat ketentuan harta yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah diantaranya kecukupan nishab, kalau harta tsb. Cukup nishabnya maka perlu dikeluarkan zakatnya, untuk kasus diatas nishabnya adalah sesuai nishab emas/harta (85 gram emas), adapun zakatnya 2,5 persen. Ketentuan berikutnya, hartanya harus wujud, kalalu sudah habis /tidak ada bagaimana mesti dizakati. Kalau sudah dijual apakah hasil jualannya masih bisa dikeluarkan zakatnya, kalau masih ada ya dizakati.

      Wassalam,

    • Iya, sebaiknya menggunakan standard 24 karat (emas murni), yang walaupun ada pendapat bisa menggunakan standard emas yang umum berlaku di daeerahnya.

  18. ASsalamualaikum…
    mau tanya pak. yang dimaksud terbitan IMZ buku berjudul zakat profesi dan perusahaan itu apa? saya mau hunting ke toko buku.

    Trima kasih

  19. Assalamu’alaikum……
    Pak Zudin yg dirahmati Allah, sy hendak bertanya, kebiasaan sy sllu mengeluarkan zakat profesi sy setiap bln romadlon (dihitung 1 thn dr uang yg disimpan). Akan tetapi, stlh membaca tulisan bpk, pikiran dan hati saya mengiyakan alasan2 yg dikemukakan bpk, untuk mengeluarkan zkt /bulannya.yg jd pertanyaannya:
    1. wajib zakat itu dihitung netto atau bruto? misalkan penghasilan kotor sy 2,5 jt, dan sy hnya bs menyimpan 1 jt untuk stiap blnnya.yg dihitung itu 2,5% dr 2,5 jt atau bersihnya sj 1 jt?
    2. apa yg dimaksud dgn perhitungannya sesuai nisab emas 85 gram?
    3. bagaiman pula mslkan jk sy punya hutang bulanan? apakah gaji yg sy bayarkan untung membayar hutang jg perlu dikeluarkan zakatnya?
    4. untuk 1 thn kebelakang, sy masih bs mengeluarkan zakat karna msh punya tabungan, tp untuk tahun ini kbtln tabungan sy sdh habis utk beli rumah. apakah sy tetap hrs mengeluarkannya? sesuai penghasilan netto atau bruto?
    atas jwban bpk sy haturkan terimaksih.

  20. Pak Zudin.,tolong bantu saya pak. please

    saya pns punya punya pendapatan tetap(gaji+tunjangan+uang makan+insentif) = Rp.3.200.000 / bln.
    trus saya juga mendapat uang hasil kebun sawit (hibah) 2 hektar = +/- Rp.1.600.000 / bln.
    kadang2 saya jg mendapat honor panitia acara =
    +/- Rp.200.000 / bln.
    (ket: saya menikah dg 1 istri & blm punya anak. utk kebutuhan sehari2 kami menggunakan uang hasil kebun sawit & honor panitia. sedangkan gaji saya tabung sepenuhnya utk bangun rumah dlm bentuk deposito yg skrg jumlahnya Rp.25 juta + tabungan Rp.19 juta.
    Apakah saya termasuk wajib zakat harta ?
    Kalau iya, berapa yg harus saya keluarkan (perbln atau pertahun) ?
    trus bagaimana cara menghitungnya?)
    trims pak.

  21. assalamualaikum…

    artikel ini sangat membantu saya, namun saya memiliki uneg-uneg yang ingin saya tanyakan.

    apakah karyawan tetap wajib zakat bila perusahaan telah mengeluarkan zakat perusahaan,

    bila dikaitkan dengan zakat saham, apakah pemegang saham tetap wajib zakat bila perusahaan telah mngeluarkan zakat perusahaan? mengingat tidak ada double zakat dalam syariah…

    terimakasih…

  22. Assalamu’alaikum Pak,
    Saya sekelompok pegawai dalam satu Unit Kerja membuat paguyuban pegawai dengan cara menjual saham untuk menjadi Anggota, kegiatannya adalah : 1. usaha dagang 2.Parkir dan Penyewaan peralatan
    Asset awal berdiri thn 2005 modal sekitar 1 s/d 2 juta, tahun ini kekayaan sudah mencapai Rp.50 juta. Kekuntungan bersih tahun ini mencapai Rp.45 Juta. Total kekayaan seluruhnya sebelum dibagi deviden kurang lebih Rp.95 juta. Bagai mana menghitung zakatnya??? ditunggu pak, terimakasih atas jawabannya. wassalamu’alaim wrwb. (seno)

  23. assalamu’alikum pak,
    sy mau bertanya mengenai zakat harta, sy mempunyai rumah dan kendraan tapi semuanya masih kredit di bank, apakah saya dikenakan zakat harta, mohon penjelasaannya
    Wassalamu’alikum wr,wb (erlina)

  24. Assalamu’alaikum wr. wb
    Pak saya bekerja disebuah perusahaan swasta. Pimpinan kami suatu ketika menginstruksikan kepada kami untuk membayar zakat setiap pengeluaran/belanja pribadi beliau (termasuk keperluan rumah tangga nya) Bagaimana dasar penghitungan zakatnya. terimakasih ….
    wassalamu’alaikum wr wb

  25. Pak ustadz,sy mo Tanya…sy mempunyai tambak udang seluas 6 hektar,bgmn cara mengeluarkan zakat hasil tambak yg be at menurut syariat Islam,,mks sblmx

  26. asslm.. stelah sy membaca blog ini sy jd tertarik dan smoga bermanfaat bagi diri sy..
    sy sdikit mau tanya dan mohon penjelasanya kpd bapak..
    sy seorang pengusaha poliklinik sosial yg berpenghasilan sangat lumayan diatas 100jt /bln.
    tp sy mempunyai banyak hutang ke bank,
    dan pekerja karyawan berjumlah banyk,
    dan jg untk mencukupi kebutuhan keluarga besar sy.
    dan sampe2 stiap bln minus pak..
    tp sy slalu paksa seadanya untk bayar zakat mal dikarnkan tdk ada simpanan uang..
    dan sy selalu tkt tidk bs bayar zakat krn penghasilan sy perbulan cukup besar tp slalu minus pak..? mohon penjelasanya..sukron wsslm..

  27. Halo, saya Mrs Emmanuel Ruth, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang memberikan pinjaman kesempatan waktu hidup. Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak untuk melunasi utang Anda atau Anda membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Apakah Anda memerlukan pinjaman konsolidasi atau hipotek? mencari lebih karena kita di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. Kami meminjamkan uang kepada individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, berinvestasi pada bisnis pada tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami memberikan bantuan handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini melalui email di: (emmanuelruth536@gmail.com)

  28. Halo,
    Terima kasih untuk email e-mail.Your terakhir Anda memberi saya tanda-tanda bahwa Anda tidak pernah
    menghargai semua apa yang akan saya lakukan untuk Anda, saya melakukan apa yang menyenangkan saya karena
    Saya melihat bahwa orang-orang yang melakukan apa yang menyenangkan mereka adalah sekali yang menerima
    pahala dari Allah kebanyakan. Saya seorang pria reputasi tinggi. Hanya saja saya tidak
    seperti membual dengan apa yang saya lakukan untuk orang-orang. Jika Anda harus tahu, aku punya
    pelanggan seperti Anda di luar negeri yang menerima pinjaman mereka berhasil semua
    karena mereka tidak pernah meragukan transaksi saya. Biaya ini akan menjadi
    dipotong dari biaya Memotong loan.but untuk pelanggan situasi dimana
    pelanggan yakin bahwa transaksi tersebut merupakan transaksi yang sah tetapi hanya
    bahwa ia / dia kekurangan dana untuk mengirimkan biaya yang telah diminta sebelumnya
    transfer. Jika Anda ingat dengan baik, saya menawarkan pinjaman tanpa
    agunan tetapi dengan hanya pembayaran non-Jaminan berdasarkan kepercayaan. Bukankah
    bahwa tanda hubungan bisnis yang baik? Ini dipertanyakan. Hal ini sangat
    jelas pemahaman saya bahwa Anda sedang mencoba untuk membiarkan saya tahu bahwa ini adalah sebuah penipuan.
    Hal ini menarik tapi tidak mengesankan. Sebagian besar kegagalan dalam hidup adalah orang-orang
    yang tidak pernah menyadari seberapa dekat mereka di mana dengan keberhasilan saat mereka menyerah. Ini adalah
    kesempatan bagi Anda. Dan saya akan melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk memastikan bahwa
    Anda ambil kesempatan ini. Aku tahu betapa menyakitkan itu adalah menempatkan diri saya di Anda
    sepatu, aku tahu bahwa biaya yang akan Anda buat sekarang agak besar. The
    gagasan terbaik di dunia disatukan oleh banyak orang, bukan hanya di
    orang, apa yang membuat Anda merasa bahwa kita tidak bisa berbagi ide? Mengapa kita manusia?
    Ini masalah Anda menelepon transaksi ini scam tidak akan memberikan kontribusi
    positif transaksi ini. Hal ini karena ketika mereka kepercayaan
    bisnis, bisnis unggul. Transaksi seperti ini sulit untuk percaya, hanya
    akhirnya dapat memberitahu. Harap Anda digunakan untuk kalimat ini “ujung membenarkan
    berarti “. Tidak ada tubuh yang tertarik untuk mengetahui bagaimana Anda memulai, mereka selalu akan
    ingin tahu bagaimana Anda akan end.Su $ meningkatnya hal-hal yang lebih cukup daripada non
    su $ meningkatnya hal, saya akan menempatkan su $ kenaikan wajah Anda selama
    transaksi ini tetap. Sebuah pesan penting akan sangat dihargai
    Anda akan segera dilakukan dengan pesan ini. Aku akan menunggu surat Anda.
    Terima kasih.

  29. Apakah Anda membutuhkan pinjaman? Apakah Anda ingin menjadi stabil secara finansial? Atau apakah Anda ingin mengembangkan bisnis Anda? Kami menawarkan pinjaman perusahaan, kredit mobil, pinjaman bisnis, dan pinjaman pribadi pada tingkat bunga yang sangat berkurang dari 3% dengan durasi nyaman yang bisa dinegosiasikan. Penawaran ini terbuka untuk semua yang akan mampu untuk membayar kembali pada waktunya. Mohon kembali kepada kami jika tertarik dengan email ini; cutfishloanfirm@hotmail.com

    MENGISI FORMULIR DI BAWAH

    Penuh Nama …
    Alamat Kontak …
    Umur …
    Nomor Telepon …
    Status perkawinan …
    Sex …
    Pekerjaan …
    posisi …
    penghasilan bulanan …
    Jumlah Pinjaman …
    Tujuan untuk pinjaman …
    Durasi …
    Negara …

    Terima kasih dan Tuhan memberkati
    Mr. Richard Cutfish

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s