Produk-Produk Perbankan Syariah (Slideshow)

Slideshow transcript

Slide 1: PRODUK-PRODUK PERBANKAN SYARIAH Oleh: Izzuddin Abdul Manaf, Lc. MA. (Staff Pengajar dan Peneliti STEI SEBI)

Slide 2: PERANAN BANK KOVENSIONAL simpanan pinjaman Deficit unit Surplus unit BANK bunga bunga Hubungan antara Bank dengan nasabah: Bank: Nasabah: Debitur Kreditur Kreditur Debitur Izzuddin Abdul Manaf

Slide 3: PERANAN BANK SYARIAH pembiayaan Titipan/investasi Surplus unit BANK Deficit unit Bonus/bagi hasil Bagi hasil TIDAK MENGALAMI NEGATIVE SPREAD Izzuddin Abdul Manaf

Slide 4: Perbandingan sistem perbankan BANK KONVENSIONAL BANK SYARIAH Sebagai Penyimpan harta, Sebagai Peminjam dan sebagai Pengusaha dan PERANAN sebagai pemberi pinjaman atau sebagai pemodal Berdasarkan tingkat Simpanan yang dijamin SIMPANAN bunga yang dijanjikan atau investasi PEMBIAYAAN Pinjaman berdasarkan Jual-beli tangguh atau imbalan bunga Pembiayaan modal Izzuddin Abdul Manaf

Slide 5: Hubungan Bank dengan nasabah Bank: Nasabah Penjual Pembeli Pembeli Penjual Leasor Leasee Mudharib Shahibul Maal

Slide 6: PRINSIP-PRINSIP AKAD DALAM PERBANKAN SYARIAH

Slide 7: DASAR PEMBENTUKAN AKAD-AKAD BANK SYARIAH  Antara Waad & Akad  Akad Tijarah & Tabarru’  Akad Tijarah  Teori Pertukaran & Percampuran

Slide 8: Pe rbe daan Antara Wa’ad Vs Akad Wa’ad Akad 1. Janji (promise) antara satu pihak 1. Mengikat kedua belah pihak kepada pihak lainnya (hanya yang saling bersepakat, yakni mengikat satu pihak) one-way. masing-masing pihak terikat untuk melaksanakan kewajiban 2. Pihak yang diberi janji tidak mereka masing-masing yang memikul kewajiban apapun kepada telah disepakati terlebih dahulu . pihak pemberi janji 2. Terms and condition-nya sudah 3. Terms & Condition-nya tidak well- ditetapkan secara rinci dan defined; atau spesifik (sudah well-defined). 4. Belum ada kewajiban yang 3. Bila kewajiban tidak dapat ditunaikan oleh pihak manapun, dipenuhi, maka sanksi yang walaupun terms & condition-nya diterima sesuai dengan sudah well-defined kesepakatan awal kontrak. 5. Bila janji tak terpenuhi maka sanksi yang diterima merupakan sanksi moral

Slide 9: Pe rbe daan Antara Akad Tabarru’ Vs Akad Tijarah Tabarru’ Tijarah  Not-profit transaction  Profit transaction oriented  Tujuan transaksi adalah tolong-  Tujuan transaksi adalah mencari menolong dan bukan keuntungan keuntungan yang bersifat komersiil komersil  Akad Tijarah dapat dirubah menjadi  Pihak yang berbuat kebaikan tersebut akad tabarru’ dengan cara bila pihak boleh meminta kepada counter-part- yang tertahan haknya dengan rela nya untuk sekadar menutupi biaya melepaskan haknya, sehingga (cover the cost) yang dikeluarkannya menggugurkan kewajiban pihak untuk dapat melakukan akad tabarru’ yang belum menunaikan tersebut. Tapi ia tidak boleh kewajibannya. sedikitpun mengambil laba dari akad  Dilihat dari sifat keuntungan yang tabarru’ itu. diperoleh, akad tijarah dibagi  Tidak dapat dirubah menjadi akad menjadi dua yaitu: natural certainty tijarah, kecuali ada persetujuan return & natural uncertainty return sebelumnya

Slide 10: Akad Tabarru’ Pada hakekatnya, akad tabarru’ adalah akad melakukan kebaikan yang mengharapkan balasan dari Allah SWT semata. Itu sebabnya akad ini tidak bertujuan untuk mencari keuntungan komersil. Konsekuensi logisnya, bila akad tabarru’ dilakukan dengan mengambil keuntungan komersil, maka ia bukan lagi akad tabarru’. Ia akan menjadi akad tijarah. Bila ia ingin tetap menjadi akad tabarru’, maka ia tidak boleh mengambil manfaat (keuntungan komersil) dari akad tabarru’ tersebut. Tentu saja ia tidak berkewajiban menanggung biaya yang timbul dari pelaksanaan akad tabarru’. Artinya, ia boleh meminta pengganti biaya yang dikeluarkan dalam melaksanakan akad tabarru’. ”Memerah susu kambing sekedar untuk biaya memelihara kambingnya”, merupakan ungkapan yang dikutip dari hadits ketika menerangkan akad rahn yang merupakan salah satu akad tabarru’.

Slide 11: Pe rubahan Akad Tijarah boleh Perubahan akad sesudah kesepakatan Tabarru’ kontrak X Tidak boleh Akad Tabarru’ tidak boleh dirubah menjadi akad Tijarah, Akad Tijarah boleh dirubah menjadi akad Tabarru’,

Slide 12: Akad Tabarru’ & Akad Tijarah Wa’ad Akad Tabarru’ Tijarah Not for profit For profit transaction transaction Natural Qard Natural Uncertainty Wadiah Certainty Contracts Wakalah Contracts Kafalah Rahn  Musyarakah Hibah (Wujuh, inan Murabahah  Waqf Salam  abdan, Istishna’  muwafadhah, Ijarah  mudharabah)  Muzara’ah  Musaqah  Mukharabah Teori Pertukaran Teori Percampuran

Slide 13: Akad-akad Tabarru’ Akad Tabarru’ giving/lending something Lending $ Lending Your Self Giving Something lending yourself lending Hibah, now to do Qard Wakalah $ Shadaqah something on ,Waqf behalf of others lending $ Rahn wakalah, by + specifying the job, Wadi’ah collateral i.e. to provide custody lending $ to contingent Hiwalah take over wakalah,i.e. Kafalah loan from preparing yourself other party to do something if something happens

Slide 14: WAKALAH Akad-akad Tabarru’ RUKUN BENTUK-BENTUK WAKALAH WAKALAH MUWAKIL WAKIL MUWAKIL FIH IMBALAN/JASA MUTHLAQAH 1. Pemberi Kuasa 1. Pelaksana 1. Identitas jelas (ma’lum) 2. Taukil Jelas 2. Konsekwen 2. Shigat Jelas 3. Berhalangan Tetap MUQAYADAH WAKIL BERAKHIR/BATAL 1. Urusannya selesai 2. Waktunya berakhir APLIKASI WAKALAH 3. Barang diambil alih org lain DALAM PERBANKAN 4. Tujuan telah tercapai 5. Terjadi Perselisihan 1. Transfer 6. Dilaksanakan sendiri 2. Collection / Inkaso 7. Muwakil Wafat 3. Penitipan 8. Akad dibatalkan 4. Letter of Credit 9. Wakil Berkhianat 5. Wali Amanat 10.Kuasanya dicabut

Slide 15: WADIAH Akad-akad Tabarru’ RUKUN APLIKASI DALAM WADIAH PERBANKAN YANG BERAKAD BARANG TITIPAN IJAB QOBUL Jelas Penitip Yg Dititipi Identitasnya Bisa GIRO POS Baligh Baligh Dikuasasi Berakal Berakal TABUNGAN Cerdas Cerdas DEPOSIT BOX Dhaman Amanah AMANAH BERUBAH JADI DHAMAN, JIKA 1. Barang tidak dipelihara semestinya 2. Barang dititipkan lagi kepada pihak ketiga 3. Barang dimanfaatkan oleh yg dititipi 4. Orang yg dititipi mengingkari 5. Barang dicampur dg milik pribadi 6. Melanggar syarat yang ditentukan 7. Barang titipan dibawa pergi jauh

Slide 16: Akad-akad Tijarah Contracts Gharar X Natural Natural Certainty Uncertainty Contracts: Contracts: certain cash-flow, uncertain cash-flow, baik amount baik amount maupun timing- maupun timing-nya. nya. (Kontrak (Kontrak Jual- Investasi) X Beli, Sewa, Upah) Riba Nasiah  Musyarakah (wujuh, ‘inan, abdan, Murabahah  muwafadhah, Salam  mudharabah) Istishna’   Muzara’ah Ijarah   Musaqah  Mukhabarah

Slide 17: Akad-akad Tijarah Dalam Pe rbankan Syariah Natural Certainty Natural Uncertainty Contract Contract Musyarakah Mudharabah Murabahah Ijarah Salam Ishtishna ISLAMIC ISLAMIC ISLAMIC FINANCING FINANCING FINANCING + ISLAMIC DEPOSIT

Slide 18: TEORI PERTUKARAN Akad-akad Tijarah Barang Ayn (Real Asset) Obyek Jasa, Bisnis Pertukaran Uang Dayn (Financial Asset) Surat Berharga Naqdan Obyek Pertukaran Ghairu Naqdan

Slide 19: TEORI PERTUKARAN Akad-akad Tijarah PERTUKARAN AYN BI DAYN Tunai / Naqdan $ Murabahah Barang $ $ Al- Bai’ Salam Ayn $ $ Istihna’ bi Dayn Not Contingent to Ijarah performance Jasa Al- Ijarah Contingent to Ju’alah performance

Slide 20: TEORI PERTUKARAN RESUME Akad-akad Tijarah Teori Pertukaran Teori Percampuran Objek Waktu Pertukaran / Pertukaran/ Percampura Percampuran n Ayn (Real Dayn Naqdan Asset) (Financia Ghairu (Immediate l Asset) Naqdan Delivery) (Deferred Delivery) Uang Barang & Surat & Berharga Jasa

Slide 21: PRODUK-PRODUK PEMBIAYAAN

Slide 22: Pembiayaan dalam keuangan Syariah Murabahah, Al Bai’ Salam, Istishna’, (jual-beli) Ijarah wa iqtina Mudharabah, Syirkah Musyarakah, (partnership) Muzaraah/Musaqah Menggunakan akad- Wakalah akad Rahn (gadai) Ju’alah Kafalah (jaminan) (jasa-jasa) Wadi’ah (titipan) Qard Lain-lain Hijr (pengampunan) Ariyah/I’arah Hibah (bonus) Sulh (perdamaian) Ibra’ (pembebasan hutang) Izzuddin Abdul Manaf

Slide 23: Prinsip Bagi Hasil  (Musyarakah/Mudharabah) Prinsip Talangan (qardh)  Prinsip Jual Beli ( al Bai’)  Prinsip Sewa (al Ijarah)  Prinsip Jasa-jasa ( Ju’alah)  Izzuddin Abdul Manaf

Slide 24: ISLAMIC Joint venture profit FINANCING & loss sharing EQUITY FINANCING INTERNAL Trustee profit & loss FINANCING sharing EXTERNAL FINANCING deferred contract of exchange DEBT FINANCING Interest based lending Izzuddin Abdul Manaf

Slide 25: Produk Pembiayaan (Financing) Equity Financing  • Musyarakah/joint venture financing • Mudharabah/trust financing  Debt Financing: • Jual-beli tangguh • sewa & sewa-beli Izzuddin Abdul Manaf

Slide 26: SYIRKAH Pengertian. Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan porsi kontribusi dana atau kesepakatan bersama. Izzuddin Abdul Manaf

Slide 27: SYARIKAH SYIRKAH AL MILK bukan kontrak SYIRKAH AL ‘UQUD kontrak abdan Ijbariyah wujuh Ikhtiyariyah (terpaksa) (sukarela) Inan Mudharabah Mufawadhah Izzuddin Abdul Manaf

Slide 28: MUSYARAKAH TEKNIS PERBANKAN 1. Musyarakah dalam perbankan adalah Syirkah Inan 2. Penggunaan Dana Musyarakah untuk proyek atau usaha bersama 3. Ketentuan atas Dana Musyarakah a. Dapat berupa uang tunai atau aset yang likuid b. Dana tersebut menjadi modal bersama, bukan milik perorangan c. Dana tidak boleh untuk memberi pinjaman bagi Pihak Ketiga

Slide 29: MUSYARAKAH TEKNIS PERBANKAN 4. Pekerjaan dan Biaya a. Pengurus proyek/usaha dari Pemilik Modal atau orang yang ditunjuk Pemilik Modal b. 2 perjanjian yang dibuat yaitu Perj. Musyarakah & Perj. Mudarabah c. Biaya aktual dan lama proyek/ usaha harus disepakati bersama d. Bank sbg Pemilik Modal berhak intervensi atas kebijakan usaha e. Pengurus proyek/usaha melaporkan perkembangan usaha Izzuddin Abdul Manaf

Slide 30: MUSYARAKAH TEKNIS PERBANKAN 5. Bagi Hasil (Untung/Rugi) a. Bagi Hasil sesuai porsi kontribusi modal yang disepakati b. Perubahan Nisbah Bagi Hasil harus disetujui Para Pihak c. Perubahan kontribusi modal juga merubah porsi Nisbah. Izzuddin Abdul Manaf

Slide 31: MUSYARAKAH TEKNIS PERBANKAN 6. Berakhirnya Akad Syirkah a. Proyek/usaha telah selesai b. Salah satu pihak mundur (tidak otomatis) c. Salah satu pihak meninggal dunia d. Salah satu pihak kehilangan kecakapan hukum e. Modal atau proyek/usaha hilang total Izzuddin Abdul Manaf

Slide 32: Feature Musyarakah 70 30% % Laba ISLAMIC BANK 70 % 30 % PARTNER syirkah Shahibul maal 1 Shahibul mal 2 Kemitraan usaha Rugi 70% 30% Gradual sale of its share Gradual purchase of bank share Izzuddin Abdul Manaf

Slide 33: Konsep Mudharabah Al Mudharabah adalah Akad kerjasama antara pemilik dana (shahibul maal) dengan pengusaha (mudharib) untuk melakukan suatu usaha bersama. Keuntungan yang diperoleh dibagi antara keduanya dengan perbandingan nisbah yang disepakati sebelumnya. Izzuddin Abdul Manaf

Slide 34: Type Mudharabah Ada dua type mudharabah : * Mudharabah mutlaqah : Dimana pemilik (shahibul maal) dana memberikan keleluasaan penuh kepada kepada penge.lola (mudharib) untuk mempergunakan dana tersebut dalam usaha yang dianggapnya baik dan menguntungkan. Namun pengelola tetap bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan sesuai dengan praktek kebiasaan usaha normal yang sehat (uruf) * Mudharabah Muqayyadah : Dimana pemilik dana menentukan syarat dan pembatasan kepada pengelola dalam penggunaan dana tersebut dengan jangka waktu, tempat, jenis usaha dan sebagainya. Izzuddin Abdul Manaf

Slide 35: Prinsip Mudharabah 1. Shahibul maal – Aqil-baligh – Tidak ikut campur pengelolaan usaha 2. Mudharib – Aqil-baligh – Menggunakan dana sesuai perjanjian dengan shahibul maal 3. Dana – Dalam bentuk dana (monetary form) – Dalam jumlah tertentu – Diserahkan kepada mudharib 4. Proyek/ Usaha – Tidak bertentangan dengan syariah – Tidak dibenarkan masuk kepada mudharabah lain tanpa seijin shahibul maal Izzuddin Abdul Manaf

Slide 36: Prinsip Mudharabah 5. Laba / Rugi – Laba dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati dan tidak dalam jumlah yang pasti – Nisbah bagi hasil disetujui dalam kontrak – Perbandingan bagi hasil dapat dalam persen atau pembagian – Kerugian finansiil menjadi beban pemilik dana – Kerugian akibat salah urus atau kelalian mudharib menjadi beban mudharib. 6. Akad (kontrak) – Ada Ijab-kabul – Menentukan : . Jumlah modal . Jangka waktu penempatan . Nisbah bagi hasil Izzuddin Abdul Manaf

Slide 37: Feature Mudharabah 70 30% Laba % management 100% capital Shahibul maal Kemitraan usaha Mudharib Rugi 100% 0% Repayment of capital Izzuddin Abdul Manaf

Slide 38: Pertukaran – Barang dengan Barang JUAL-BELI: – Barang dengan uang tunai tangguh barang uang uang barang Debt Financing Izzuddin Abdul Manaf

Slide 39: AKAD-AKAD AL BUYU’ Bai’ al naqd Bai’ al mu’ajjal Murabahah, Bai’ al mutlaqah bai’ Salam, al muqayyadah Sharf Istishna’, Ijarah wa iqtina Izzuddin Abdul Manaf

Slide 40: MURABAHAH Murabahah adalah salah satu bentuk jual-beli yang bersifat amanah. Definisi Murabahah (secara fiqh) adalah akad jual-beli atas barang tertentu, dimana dalam transaksi jual-beli tersebut penjual menyebutkan dengan jelas barang yang diperjual-belikan termasuk harga pembelian dan keuntungan yang diambil. Izzuddin Abdul Manaf

Slide 41: Murabahah dalam Fiqh 1.Negoisasi …………………….. …………………. Pembeli Penjual 2.Akad Jual Beli 4. Bayar Kewajiban 3b. Terima barang dan dokumen 3a. Kirim Barang Izzuddin Abdul Manaf

Slide 42: Murabahah dalam teknis PERBANKAN Murabahah adalah akad jual beli antara bank selaku penyedia barang dengan nasabah yang memesan untuk membeli barang. Bank memperoleh keuntungan jual-beli yang disepakati bersama. Rukun dan syarat murabahah dalam perbankan adalah sama dengan syarat dalam fiqh. Syarat-syarat lain seperti barang, harga dan cara pembayaran adalah sesuai dengan kebijakan bank ybs. Izzuddin Abdul Manaf

Slide 43: SKEMA MURABAHAH TEKNIS PERBANKAN (Berdasarkan pesanan) 1.negosiasi NASABAH 2. Akad jual beli 6. Bayar kewajiban BANK 5. Terima dokumen barang & dokumen 3.Beli 4. Kirim barang tunai barang PEMASOK Izzuddin Abdul Manaf

Slide 44: SALAM PENGERTIAN secara etimologi salam adalah salaf (pendahuluan). Bai’ as Salam adalah akad jual beli suatu barang dimana harganya dibayar dengan segera, sedangkan barangnya akan diserahkan kemudian dalam jangka waktu yang disepakati. Izzuddin Abdul Manaf

Slide 45: SKEMA SALAM DALAM FIQH Petani/penjual 1. Akad Salam Pembeli (muslam ilaihi) (muslim) 2. Bayar 3. kirim 4. Terima Barang pesanan (muslam fiih) Izzuddin Abdul Manaf

Slide 46: SALAM DALAM TEKNIS PERBANKAN Salam dalam teknis perbankan syariah berarti pembelian yang dilakukan oleh bank dengan pembayaran dimuka dari pihak I (nasabah I) dan dijual lagi kepada pihal lain (nasabah II) dengan jangka waktu penyerahan yang disepakati bersama.(Paralel salam) Modal / harga yang dibayarkan dalam salam tidak boleh dalam bentuk utang, melainkan bentuk tunai yang dibayarkan segera Izzuddin Abdul Manaf

Slide 47: Skema salam paralel teknis perbankan 1a. negosiasi & akad BANK NASABAH II Muslim 2a. Bayar muslam ilaih dan muslim 3b. Kirim dokumen 3a. Kirim barang & dokumen 2b. Bayar BARANG PESANAN Nasabah I Muslam muslam fiih ilaih 1b. negosiasi & Akad Salam Izzuddin Abdul Manaf

Slide 48: Skema salam wal bai’ al mutlaqah (teknis perbankan) 1b. negosiasi & akad BANK NASABAH II 3c. Bayar tunai Ba’i dan Musytari muslim 3b. Kirim dokumen 3a. Kirim barang & dokumen 2. Bayar BARANG PESANAN Nasabah I Muslam muslam fiih ilaih 1a negosiasi & Akad Salam Izzuddin Abdul Manaf

Slide 49: Skema salam wal murabahah teknis perbankan (beli salam, jual murabahah) 1b. negosiasi & akad BANK NASABAH II 4. Bayar kewajiban Musytari Ba’i dan muslim 3b. Kirim dokumen 3a. Kirim barang & dokumen 2. Bayar BARANG PESANAN Nasabah I Muslam muslam fiih ilaih 1a negosiasi & Akad Salam Izzuddin Abdul Manaf

Slide 50: ISTISHNA’ MAKNA Istishna’ secara etimologi berarti minta dibuatkan. Secara muamalah, istishna’ berarti suatu perjanjian jual-beli antara mustashni’ (pemesan/pembeli) dan shani’ (produsen/penjual) dimana barang (mashnu’) yang akan diperjual-belikan harus dipesan terlebih dulu dengan kreteria yang jelas. Perbedaannya dengan salam hanya terletak pada cara pembayarannya. Salam pembayarannta harus di muka, sedang pada istishna boleh di awal, ditengah atau di akhir. Izzuddin Abdul Manaf

Slide 51: SKEMA ISTISHNA’ Fiqh 1. Pesan barang PEMESAN PRODUSEN Shani’ 2. Akad Istishna’ Mustashni’ 3. Bayar 4.Memproduk 5. Kirim si barang mashnu’ MASHNU’ Barang pesanan Izzuddin Abdul Manaf

Slide 52: ISTISHNA’ DALAM TEKNIS PERBANKAN Secara teknis perbankan syariah istishna’ termasuk bagian dari jual beli dan mirip dengan salam (jual-beli pesanan). Aqad istishna’ diperlukan karena kebutuhan masyarakat pada umumnya memesan barang dengan persyarakat kreteria atau spesifikasi tertentu. Bank menjual lagi barang pesanan tersebut kepada nasabah sesuai dengan perjanjian yang mengikat sebelumnya.(Paralel Istishna’) Izzuddin Abdul Manaf

Slide 53: Skema ISTISHNA’ paralel Teknis Perbankan Nasabah 1a. Pesan barang BANK Shani’/ Pemesan mustashni’ mustashni’ 2a. Akad Istiahna’ I 3a. Bayar 2b. Akad 1b. Minta Istishna’ II dibuatkan 5a. barang Kirim 5b. Kirim 4. Membuat dokumen barang SHANI’ MASHNU’ 3b. bayar Pemasok (barang) Izzuddin Abdul Manaf

Slide 54: Skema ISTISHNA’ wal Murabahah Nasabah 1a. Pesan barang BANK Ba’i/ Pemesan mustashni’ 2a. Akad Musytari 6. Bayar kewajiban 2b. Akad 1b. Minta Istishna’ dibuatkan 5a. barang Kirim 5b. Kirim 4. Membuat dokumen barang SHANI’ MASHNU’ 3. bayar Pemasok (barang) Izzuddin Abdul Manaf

Slide 55: Skema ISTISHNA’ wal Ijarah Nasabah 1a. Pesan barang untuk disewa BANK Mu’ajjir/ Pemesan mustashni’ 2a. Akad Musta’jir 6. Bayar sewa 2b. Akad 1b. Minta Istishna’ II dibuatkan 5a. barang Kirim 5b. Kirim 4. Membuat dokumen barang SHANI’ MASHNU’ 3. bayar Pemasok (barang) Izzuddin Abdul Manaf

Slide 56: UJRAH (JASA-JASA) Apliksi dalam perbankan, ujrah lebih banyak diperguna kan dalam konteks upah jasa (fee) Ujrah dapat didifinisikan sebagai imbalan yang diperjanji kan dan dibayar oleh pemakai jasa sebagai harga atas manfaat yang dinikmatinya. Dalam literatur fiqih klasik pembahasan ijarah dalam pengertian sewa dan ujrah yang berarti pemanfaatan jasa selalu dibahas secara simultan dan hampir tidak ada perbedaan diantara keduanya. Izzuddin Abdul Manaf

Slide 57: IJARAH & IJARAH MUNTAHIA BI TAMLIK Ijarah adalah akad pemindahan hak penggunaan/pemanfaatan atas barang atau jasa melalui pembayaran sewa, tanpa diikuiti dengan pemindahan kepemilikan (ownership/milkiyyah) atas barang itu sendiri. Ijarah muntahia bittamlik, disebut juga ijarah wa iqtina adalah perpaduan antara kontrak jual-beli dan sewa, atau dengan kata lain akad sewa yang diakhiri pemindahan kepemilikan ke tangan penyewa Izzuddin Abdul Manaf

Slide 58: TEKNIS PERBANKAN Ijarah (Islamic lease) Islamic First Lease Seller bank Purchase of equipment Following Leases Izzuddin Abdul Manaf

Slide 59: TEKNIS Ijarah wa iqtina PERBANKAN (Islamic Lease Purchase) SELLER LEASEE 2 Delivery of Lease of object object 3 1 4 Ownership of bject ISLAMIC BANK buyer Leasor Izzuddin Abdul Manaf

Slide 60: Instrumen penunjang Wakalah (kuasa)   Kafalah (jaminan)  Rahn (gadai)  Hawalah (pemindahan hutang)  Sharf (Jual-beli Valuta Asing)  Ju’alah (jasa-jasa lainnya) Izzuddin Abdul Manaf

Slide 61: Wassalam Terima kasi

About these ads

28 comments on “Produk-Produk Perbankan Syariah (Slideshow)

  1. Assalamu’alaikum, saya mau tanya dengan perkembangan perbankan syariah yang sedemikian pesat menjadikan bank syariah bertambah modal. Namun, kenapa tambahan modal tersebut alirannya sangat sedikit ke akad mudarabah. Padahal tujuan dalam syariat islam adalah menolong yang membutuhkan. Sekarang ini, masyarakat bawah di Indonesia lebih banyak, hal itu semestinya bisa dijadikan pangsa pasar yang besar. Dan pembangunan di Indonesia dapat berkeadilan dan berkelanjutan. Tantangan dan kendala apa saja dalam mewujudkan hal tersebu? Terima Kasih. Wasalamu’alikum Wr. Wb.

  2. Waalaikum salam.
    Itulah realita dan status perkembangan perbankan syariah kita saat ini, secara prosentase dibandingkan dengan konvensional baru 2%. dan itupun masih banyak bersifat pembiayaan komersiil, belum banyak yang bersifat investasi. Mudharabah bagian dari pola investasi.
    Beberapa data yang bisa kita lihat, bahwa untuk pola investasi memang harus didukung dengan pola/strukutr makro dan mikro. secara makro iklim investasi pada tataran nasional kita belum begitu bergeliat, karena memang masih banyak yang harus dibenahi, sedangkan pihak perbankan syariah juga tidak bisa mengambil resiko pada pola tersebut. namun, dengan beberapa berita yang sehari dua hari ini kita dengarkan bahwa pemerinta sedang konsen untuk menggiatkan pembiayaan pada jenis usaha UKM dengan di launching program kementrian koperasi baru-baru ini. demikian juga peran bank sentral, saat ini regulasi untuk pemberdayaan sektor riil dan usaha UKM sedang di tingkatkan, dengan beberapa paket kebijakan dari direktorat perbankan syariah BI.

    Mungkin itu dulu, yang bisa kami sampaikan.
    Wassalam.

  3. Assalamualaikum Wr. Wb
    saya tertarik dengan adanya perbankan syariah dan mau menanyakan :
    1.definisi dari prinsip akad sehubungan dengan pembiayaan murabahah,
    2. bagaimana dengan ijab kabulnya,
    3. bila barang yang dijual ada cacatnya apakah bisa dikembalikan atau apa yang seharusnya dilakukan oleh nasabah;
    4. bila nasabah ternyata tidak bisa membayar angsurannya karena sesuatu hal, apa yang harus dilakukan oleh pihak bank terhadap nasabah tersebut atau
    5. apa yang harus dilakukan oleh pihak nasabah terhadap kondisinya yang karena sesuatu hal tidak dapat melaksanakan kewajibannya mengangsur tersebut.
    demikian disampaikan, terima kasih atas perhatian dan jawabannya.

    wasalamualaikum Wr. Wb
    mu_da@yahoo.co.id

  4. assalamualaikum ustadz….
    materi yang ustadz sampaikan tentang produk-produk perbankan shariah sungguh sangat bagus. bisa nggak ustadz kirimkan kepada saya.
    email saya irawanrudi@yahoo.com
    terima kasih sebelumnya ustadz karena telah mau menampilkan produk-produk perbankan shariah.

    semoga apa yang bisa ustadz kirimkan bisa menjadi shaaqoh jariyah bagi ustadz.
    wassalam

  5. assalamualaikum ustadz….

    Sungguh sangat bagus yang uztadz sampaikan mengenai produk-produk perbankan syariah ini. Penjelasannya mudah dipahami, dan tidak rumit. Saya sebagai orang yang ingin mengembangkan ekonomi islam sungguh sangat membutuhkan tentang materi produk-produk perbankan syariah yang telah ustadz jelaskan tadi, saya mengharapkan ustadz mau mengirimkan materinya tentang produk-produk ekonomi islam maupun materi-materi tentang ekonomi islam lainnya kepada saya. jika ustadz ada waktu kirimkan saja ke alamat email saya ustadz
    irawanrudi@yahoo.com
    selebihnya terima kasi ustadz karena telah mau berbagi ilmunya kepada saya, semoga illmu itu dapat bermanfaat bagi kita semua.
    wassalamualaikum..

  6. Assalamualaikum Pak Ustad,

    Sangat menarik apa yang tertulis di web ini, sehingga bulan lalu saya berencana memindahkan tabungan saya ke Bank Syariah, dan karna saya memiliki akad KPR dengan Bank Konvensional yang sudah berjalan setahun lebih maka saya harus memindahkan ke-2 nya, tabungan dan KPR.
    (Dalam akad gaji wajib di transfer ke Bank tersebut).
    Tanpa menunggu lebih lama saya mengajukan untuk take-over, dan minggu lalu saya mendapat kabar yang mengejutkan karena hasilnya rumah saya hanya dihargai 1/2 lebih sedikit dari harga developer saat ini.
    Sehingga timbul beberapa pertanyaan:
    1. Bagaimana metode penilaian barang dalam Bank Syariah?
    sebagai informasi yang saya tahu ada 3 bank yang menyetujui 80%-90% dari harga developer:
    1. Bank Niaga memberikan 90% dan hampir 1 blok di perumahan saya menggunakan Bank ini
    2. Bank BRI
    3. Bank BII, keduanya memberikan 80%
    2. Apakah Bank Syariah juga melakukan studi terhadap pihak ke-3 yang melakukan survey tentang metode survey mereka & juga profesioanlitas mereka?
    Mohon maaf, Bahkan ada tetangga kami yang berkata “mungkin surveyornya harus di kasih upeti kali ya” (rasanya ini emosional sesaat karena mereka merasa juga rumah yg sudah dibeli hanya dihargai 1/2 nya).
    3. Pada Bank Konvensional kami mendapatkan salinan hasil dari survey & data lainya dikirim ke rumah dan free (tanpa membayar). Sedangkan di Muamalat saya membayar dan tidak dikirimkan hasil surveynya.
    Mohon maaf, rasanya service Bank Konvensional lebih Islami dalam hal ini (karena mereka juga melakukan hablum’minan’nas)
    Jadi mengapa tidak menduplicate service yang Islami? dan rasanya Bank Muamalat akan sukses jika menerapkan cara2 islami secara keseluruhan

    Terimakasih & Mohon maaf karena ada uneg2 yang saya tuangkan dalam forum ini.

    Wassalam
    Ono

  7. assalamu’alaikum…
    bapak, mhon maaf sbelumnya.. apa saya boleh minta untuk dkirimkan slide2 ttg materi prbankan syariah itu..?
    atau mungkin bila dibolehkan ttg materi2 lainnya yang brhubungan mengenai produk2 atau manajemen prbankan syariah lainnya.. karena untuk kperluan tugas saya dlm membuat makalah pak..
    bisa dkirim ke email saya
    terima kasih sebelumnya pak…dan bila berkenan untuk membantu..
    wassalamu’alaikum…

  8. assalamu’alaikum…
    bapak, mhon maaf sbelumnya.. apa saya boleh minta untuk dkirimkan slide2 ttg materi prbankan syariah itu..?
    atau mungkin bila dibolehkan ttg materi2 lainnya yang brhubungan mengenai produk2 atau manajemen prbankan syariah lainnya.. karena untuk kperluan tugas saya dlm membuat makalah pak..
    bisa dkirim ke email saya hanny_cutebiz31@yahoo.co.id
    terima kasih sebelumnya pak…dan bila berkenan untuk membantu..
    wassalamu’alaikum…

  9. ASSALAMUALAIKUM….

    Ustad minta Slidenya bisa?? Sy hamba Allah yg sedang mengikuti pelatihan Bank syariah. sebelumnya Sukron atas waktunya.

    WASSALAM…(flavanda@gmail.com)

  10. Assalamu’alaikum…
    Wah hebat,enak buat dipelajari…
    Kebetulan saya lagi ikutan pelatihan perbankan syariah…
    Kalau bapak tidak keberatan,tolong di email
    agusriyadi81@yahoo.com
    terima kasih banyak..
    Wassalamu’alaikum…

  11. Assalamu’alaikum…

    Saya baru bergabung kedalam perbankan syariah… sebelumnya di bank konvensional… sekiranya tidak berkeberatan mohon dapat di sharing slide-nya ke e-mail saya poppy2d@gmail.com untuk saya pelajari sebagai bahan acuan…
    Terima kasih sebelumnya…
    Wassalamu’alaikum

  12. Assalamualaikum..
    bapak,apa saya boleh minta untuk dkirimkan slide2 ttg materi prbankan syariah ini?
    Apa bila bisa, mohon dkirim ke email saya arscmn@yahoo.co.id
    terima kasih sebelumnya pak…
    wassalamu’alaikum…

  13. assalamu’alaikum Wr. Wb…

    Pak saya ditunjuk untuk mengelola Lembaga Keuangan Mikro dalam rangka mengentaskan kemiskinan masyarakat dan bentuk kegitan utamanya simpan pinjam. mohon petunjuk agar saya bisa mendapat ilmu pelaksanaan bank syariah, sebab saya tidak ingin menerapkan bunga dalam organisasi yang saya pimpin. sudilah kiranya bapak berkenan memberi ilmu tersebut ke hardi.setiya@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s